Kekerasan

Video Pelecehan Remaja Putri Beredar di Bali

Kompas.com - 07/02/2012, 10:37 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Warga Bali dikejutkan dengan beredarnya sebuah video pelecehan dan penganiayaan seorang remaja putri oleh sekelompok remaja putri yang diduga adalah teman-teman korban. Video berdurasi 5 menit 36 detik ini mulai menyebar di sejumlah situs jejaring sosial, seperti Facebook, sejak Senin (6/2/2012).

Video ini berisi tindakan keji sejumlah remaja putri terhadap salah satu rekan mereka. Dari dialog di antara mereka, penganiayaan ini diduga akibat utang korban yang belum terbayar kepada salah seorang pelaku. Dari logat bicara mereka dan pelat nomor sepeda motor, kejadian tersebut berlangsung di Bali.

Penganiayaan yang dilakukan tujuh remaja putri ini tergolong sadis. Selain memukuli korban, para pelaku penganiayaan juga menggunting baju dan celana korban hingga nyaris telanjang. Beruntung, saat rambut korban akan digunduli, ada seorang ibu yang melihat kejadian ini dan kelompok remaja putri tersebut langsung lari menggunakan sepeda motor.

Kecaman langsung mengalir deras di media sosial setelah mereka melihat video ini. "Masak cewek sekejam itu, intinya anak muda sekarang makin ganas aja," ujar Bagus Aditya, mahasiswa di Bali yang geram melihat tingkah laku kelompok remaja putri tersebut. "Kalau bisa, pelakunya ditangkaplah," katanya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau